Mengutip seorang pejabat senior yang enggan disebut namanya, koran Chosun Ilbo edisi Senin (21/2/2011) menyatakan, tiga orang yang memasuki kamar suite di Hotel Lotte di pusat kota Seoul dan kabur setelah seorang anggota delegasi Indonesia melihat mereka mengkopi file komputer ke memory stick pada Rabu (16/2) adalah anggota dari Badan Intelijen Nasional (National Intelligence Service/NIS).
Seorang pejabat NIS yang minta tidak disebut identitasnya di media menyatakan, organisasinya dengan keras menyangkal laporan Chosun Ilbo. "Kami tidak melakukan itu," tandasnya pada Yonhap News Agency, Senin (21/2/2011).
"Laporan itu tidak benar," tegasnya.
Penyusup di kamar delegasi Indonesia terdiri dari dua pria dan seorang wanita, semua diduga Asia -- diyakini secara ilegal memasuki kamar hotel dalam upaya untuk mencuri informasi rahasia mengenai perdagangan senjata direncanakan Indonesia dengan Korea Selatan, demikian menurut polisi setempat.
Menurut Chosun Ilbo, penyusup itu kabur buru-buru setelah seorang delegasi tiba-tiba masuk ke kamar dan memergoki mereka mengopi data dari laptop.
50 Delegasi utusan Presiden SBY yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa tiba di Seoul pada Selasa (15/2) untuk kunjungan 3 hari.
Mereka juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dan berdiskusi tentang perluasan kerjasama ekonomi dan militer bilateral, termasuk rencana Korea Selatan untuk menjual T-50 Golden Eagle, pesawat pelatih jet supersonik. Delegasi pulang ke Jakarta pada hari Kamis (17/2).
Chosun Ilbo menyatakan, belum dikonfirmasi apakah pemerintah Indonesia telah mengajukan keluhan diplomatik atas pembobolan itu, tapi Jakarta telah mengetahui keterlibatan NIS sekarang.
Sementara itu, di Jakarta isu pencurian data militer itu ditanggapi santai. Tidak ada pejabat satu pun yang menyebut data yang dicuri adalah penting. Delegasi tidak membawa data penting saat berkunjung ke Seoul. "Tidak ada rahasia militer Indonesia yang dibawa-bawa ke Korea," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto. Sedangkan Kemlu RI menanggapi kasus itu dengan melaporkan pencurian laptop pada polisi. (nrl/nrl)











































