Pembebasan Ferry Bukan Barter

Pembebasan Ferry Bukan Barter

- detikNews
Selasa, 18 Mei 2004 12:21 WIB
Medan - Wapemred RCTI Imam Wahyudi mengatakan, pembebasan kamerawan RCTI Ferry Santoro dari sandera GAM bukan barter, melainkan proses membangun rasa saling percaya."Proses pembebasan Ferry adalah proses membangun rasa saling percaya yang berlangsung sekian lama dan terbukti berhasil. Pembebasan Ferry bukanlah proses barter," kata Imam Wahyudi di Hotel Asean, Jalan Adam Malik, Medan, Selasa (18/5/2004). Di hotel itu juga Ferry Santoro tengah beristirahat.Ferry Santoro dibebaskan pada Minggu (16/5/2004). Namun tim wartawan yang menjemputnya ganti "disandera" oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Menurut kuasa hukum GAM Alamsyah Hamdani, tujuh orang wartawan tersebut tidak bisa keluar dari wilayah yang dikuasai GAM karena alasan teknis keamanan.Ketujuh wartawan itu adalah Wapemred RCTI Imam Wahyudi, A. Munir Nur (koresponden RCTI Aceh), Nani Afrida (wartawan The Jakarta Post Banda Aceh), Husni Arifin (wartawan harian Republika), Nezar Patria (Sekjen AJI), Salahudin (IFJ), dan dua aktivis lainnya. Ketujuhnya "dibebaskan" Selasa (17/5/2004) kemarin."Ferry diminta kembali lagi untuk mengikuti acara syukurannya oleh GAM dan terbukti keesokannya semua bisa keluar dengan selamat," kata Imam.Kapan Ferry mulai bekerja? "Terserah Ferry, kapan dia mau, bisa mulai bekerja lagi. Tidak ada patokan waktu," ujarnya.Menurut Imam, setiba di Jakarta Ferry akan didampingi psikiater untuk proses normalisasi setelah setahun disandera GAM. Ferry Santoro masih berada di Hotel Asean dan dijadwalkan akan terbang dari Medan dengan pesawat komersil Garuda Indonesia, Selasa (18/5/2004) pukul 18.10 WIB. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads