Kritikan Mega atas Pendidikan Agama Perlu Diluruskan
Selasa, 18 Mei 2004 11:50 WIB
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pernyataan Presiden Mega yang mengkritik pendidikan agama telah melahirkan fanatisme dan militansi perlu diluruskan. Pendidikan agama terutama Islam selama ini tak pernah mengajarkan radikalisme."Pernyataan Presiden perlu diluruskan. Jika yang dimaksud Presiden, fanatisme negatif sebagai radikalisme, pendidikan agama selama ini tak pernah mengajarkan," kaya Ketua MUI Amidhan saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Selasa (17/5/2004). Presiden, menurut Amidhan, semestinya bisa membedakan antara fanatisme dengan radikalisme. Fanatisme yakni mengagungkan agamanya sebagai agama yang paling benar justru positif untuk meningkatkan iman dan takwa. Semua agama mengajarkan fanatisme."Semua agama mengajarkan bahwa agamanya lah yang paling benar. Di Islam misalnya menyatakan Islam itu paling tinggi, tak ada di atasnya. Ini memang harus diajarkan karena untuk mengimani ia harus yakin kebenaran agamanya," kata Amidhan.Jika yang dimaksud presiden itu fanatisme itu radikalisme, kata Amidhan, pendidikan agama tak pernah mengajarkannya. Diingatkan Amidhan, kurikulum agama mengacu pada kurikulum yang dibuat pemerintah sendiri yakni Departemen Agama.Menurut Amidhan, kurikulum pendidikan agama selama ini tak mengajarkan radikalisme yang bisa menjurus pada tindakan terorisme. Pesantren-pesantren pun bahkan termasuk pesantren Al Mukmin Ngruki yang sebagian alumninya menjadi tersangka bom Bali tak pernah mengajarkan radikalisme."Fanatisme yang mengakui agamanya paling benar memang diajarkan. Tapi juga telah diajarkan pula toleransi. Di Islam misalnya, diajarkan sayang kepada Allah juga harus diimbangi dengan sayang kepada sesamanya. Kemudian juga diajarkan membunuh seseorang tanpa alasan hukum yang jelas itu sama hukumnya dengan membunuh seluruh manusia," jelas Amidhan.Amidhan berpendapat kurikulum pendidikan yang sudah diajarkan selama ini tak perlu lagi direvisi.
(iy/)











































