Pencuri Laptop di Seoul Diyakini Cuma Dapat Data Nggak Penting

Pencuri Laptop di Seoul Diyakini Cuma Dapat Data Nggak Penting

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 08:28 WIB
Jakarta - Pencuri laptop delegasi Indonesia di Seoul diyakini hanya mendapat data-data tidak penting. Tidak ada data militer, intelijen atau data sangat rahasia yang bernilai tinggi.

"Yang mereka bisa curi pasti bukan data yang valid. Biasanya ada data pengecoh atau deceptive. Mungkin ini yang berhasil mereka ambil," ujar pengamat intelijen, Wawan Purwanto, kepada detikcom, Senin (21/2/2011).

Wawan yakin delegasi Indonesia tentunya paham bagaimana menjaga data-data rahasia. Tidak sekadar menaruhnya di laptop dan membiarkannya bisa di-copy siapa saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau data khusus pasti ada pengamanan khusus. Kita juga sudah punya lembaga khusus yang mengatur hal-hal semacam ini," terang dia.

Wawan menjelaskan, ada beberapa klasifikasi data. Mulai dari umum, terbatas, rahasia, dan sangat rahasia. Kemungkinan jika ada data-data yang berhasil dicuri, itu merupakan data umum dan terbatas.

"Data seperti ini biasanya hanya kulitnya saja. Bisa diperoleh di internet, jurnal atau media massa. Sifatnya bukan rahasia," jelasnya.

Namun dia tetap berharap agar pencurian ini tetap diusut dan pelakunya ditangkap. "Jadi benar-benar jelas, apa saja yang mereka dapatkan," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa ke Korea Selatan, dikabarkan menjadi korban pencurian. Data rahasia militer delegasi Indonesia diduga dicuri di kamar VIP hotel tempat mereka menginap.

Namun pihak Kementerian Pertahanan membantah ada data militer yang hilang. Kemhan pun menjelaskan bahwa laptop yang sempat hilang itu milik staf ekonomi, bukan milik delegasi dari Kemhan.

(rdf/nrl)


Berita Terkait