Sabang, Menuju Kawasan Perdagangan Bebas

Sabang, Menuju Kawasan Perdagangan Bebas

- detikNews
Senin, 21 Feb 2011 08:18 WIB
 Sabang, Menuju Kawasan Perdagangan Bebas
Sabang - Masih sedikit di antara kita yang mengenal kota ini. Terletak di ujung paling barat wilayah Indonesia, kota Sabang seolah tenggelam dalam gegap gempita pembangunan kota-kota di pulau Jawa. Padahal dahulu kala, Sabang adalah episentrum pelabuhan yang cukup disegani.

"Sejak 1868 Sabang sudah menjadi pusat perdagangan. Sudah menjadi persinggahan kapal-kapal," ujar Puddu Razak Plt Deputi I Bidang Teknik dan Pengembangan BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang) kepada wartawan di Sabang, Nangroe Aceh Darussalam, Minggu (20/2/2011).

Secara posisi geografis, Sabang terletak pada 0535'28 LU - 0554'28" LU dan 9500'36" BT - 9522'36" BT. Berlokasi dekat dengan Samudera Hindia dan Selat Malaka, Sabang punya potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan bebas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara Indonesia mungkin kita berada di ujung barat. Tapi secara geografi wilayah Asia Pasifik  Sabang itu ada di tengah dan sangat strategis," ungkap Puddu.

Puddu mengatakan bahwa sejak tahun 2000, Sabang telah disahkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas. Lahirnya UU no 37 tahun 2000 menguatkan posisi Sabang untuk mewujudkan mimpinya.

"Tapi kita baru mulai membangun tahun 2006. Rencananya 2012 seluruh prasyarat pelabuhan bebas bisa terpenuhi," imbuh Puddu.

Undang-undang itu kemudian diperkuat melalui Keppres no 8 tahun 2010. "Pembangunan infrastruktur terus dilakukan. 2012 kita jadwalkan sudah selesai dan bisa digunakan untuk kapal-kapal besar," jelas Puddu.

Dengan posisi yang strategis, ratusan kapal setiap harinya parkir di dermaga. Dermaga yang ada saat ini memang belum memadai untuk menampung kapal besar bermuatan berat.

"Ada dua pelabuhan baru nanti yang kita bangun. Itu untuk kapal-kapal asing yang besar bermuatan kontainer," ungkap Puddu.

Sementara luas gudang yang tersedia 24.698 m2 dan lapangan penumpukkan 12.120 m2 serta lapangan kosong 6.800 m2.

Selain dipersiapkan sebagai pusat perdagangan bebas, Sabang juga memoles dirinya dengan wisata alam yang indah. Pantai-pantai pasir putih, ombak besar dan kontur alam yang asli bisa menjadi pilihan wisatawan baik lokal maupun internasional.

Secara umum, infrastruktur jalan di Sabang relatif baik. Pemerintah setempat telah mendesain agar pembangunan jalan tidak merusak alam.

"Karenanya jalan kita cukup berbelok-belok karena kita mengikuti kontur. Bisa saja diterobos tapi itu akan berdampak pada alam," terang Puddu.

Puddu berharap, bantuan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Sabang lebih dioptimalkan. Dengan pengelolaan yang baik, program yang terencana, dan modal yang cukup Sabang suatu saat bisa jadi ikon Indonesia yang potensial.

"Secara wisata, Thailand punya Phuket, Malaysia punya Langkawi kita punya Sabang. Tapi Malaysia dan Thailand serius membangunnya, kita belum," tandasnya.

(ape/fiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads