Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto juga telah mempersilakannya.
"Ya itu kan hak politiknya," kata Prabowo di sela-sela acara Fun Bike dalam rangka HUT ke 3 Partai Gerindra di lapangan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (20/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muchdi merupakan salah satu pendiri Partai Gerindra bersama Prabowo. Namun di kemudian hari, ada beberapa perbedaan soal pandangan politik. Niat Muchdi untuk keluar dari Partai Gerindra pun disambut PPP.
Walau sosoknya dinilai kontroversial, Muchdi dikenal religius. Sejak masih berdinas di TNI pun Muchdi sudah dikenal sebagai perwira yang religius. Dia cukup dekat dengan intelektual Muslim. Muchdi memang dibesarkan di kalangan Muhammadiyah. Pensiunan jenderal ini merupakan Ketua Pengurus Pusat Tapak Suci, organisasi olahraga silat di bawah Muhammadiyah.
Muchdi juga pernah mencalonkan diri sebagai Ketua PP Muhammadiyah. Namun Muchdi dikalahkan Din Syamsudin dalam pemilihan suara. Saat itu Muchdi hanya memperoleh 267 suara. Sedangkan Din mendapat 1915 suara. Kini Muchdi disebut-sebut ingin maju dalam pemilihan Ketua Umum PPP.
Sejumlah sumber yang dekat dengan Muchdi mengaku Muchdi pernah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan partai Islam. PPP adalah yang paling aktif menyambut hal ini. Sejumlah pertemuan pun terjadi.
Tapi di internal PPP, penolakan kabarnya justru datang dari Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA). Menteri Agama ini disebut sedikit terganggu dengan niatan Muchdi untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum. Sejumlah sumber menyebut SDA masih memiliki niat untuk maju kembali.
(rdf/fiq)











































