Berdasarkan kesaksian warga, seperti yang diberitakan CNN.com, Minggu (20/2/2011), perlawanan terhadap militer bersenjata dilakukan dengan menggunakan bahan peledak yang diletakkan di dalam mobil. Bom mobil itu kemudian ditabrakkan ke dinding kompleks militer Omar Alfadeel.
Setelah ledakan tersebut, beberapa tentara dari dalam gedung kemudian terlihat menembaki para demonstran saat hendak memasuki markas militer itu.
Sebagian demonstran yang hadir di jalan adalah demonstran yang baru saja menghadiri pemakaman warga yang tewas akibat insiden penembakan yang dilakukan aparat pada Sabtu (19/2) kemarin.
Tidak hanya menembaki warga yang berdemonstrasi, salah seorang aparat yang ikut dalam iring-iringan pelayat tiba-tiba mengeluarkan senjata dan menembaki para warga yang menghadiri pemakaman tersebut.
Saksi tersebut menceritakan, tembakan aparat tersebut mengakibatkan beberapa orang cedera dan terbunuh, meski saksi tersebut tidak dapat menghitung berapa orang yang tewas dalam aksi berdarah tersebut.
"Situasi ini sangat, sangat suram saat ini,"kata saksi tersebut.
"Apa yang kita miliki di sini hanya dapat digambarkan sebagai genosida dan tujuan kami adalah sederhana yaitu kami ingin Qadhafi pergi. Kami menginginkan kebebasan. Kami ingin demokrasi" tambahnya.
Para demonstran mengatakan, tindakan keras kekerasan oleh pasukan keamanan sejak demonstrasi dimulai minggu lalu telah meninggalkan banyak kengerian. Korban tewas yang telah dilaporkan tumbuh dengan cepat selama sepekan terakhir, dengan jumlah korban melewati 180 orang.
(fiq/rdf)











































