"Pemerintah masih mendengarkan aspirasi. Nantinya akan dikaji untuk mencari solusi yang terbaik," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali saat ditanya wartawan soal pembubaran Ahmadiyah Minggu (20/2/2011) usai berdialog dengan sejumlah tokoh agama di Pendopo Kabupaten Temanggung, Kompleks Alun-alun, Temanggung, Jawa Tengah.
Surya menyebutkan, ada sejumlah aspirasi tentang keberadaan Ahmadiyah, antara lain tetap mempertahankannya, menginginkan menjadi sekte tersendiri, ada yang ingin membubarkan, dan ada aspirasi untuk membiarkannya.
"Semua aspirasi tersebut akan dikaji dan akan diambil jalan terbaik. Namun kapan keputusan tersebut akan diambil belum bisa ditentukan. Saya tidak bisa menjanjikan waktunya, karena hal ini harus dilihat dari berbagai segi. Bukan hanya segi agama saja, tetapi aspek-aspek lain harus dilihat," terang dia.
Sementara itu, dalam dialog dengan sejumlah tokoh agama di Temanggung, Menag menyatakan prihatin dengan berbagai kejadian kekerasan di daerah. Dia menegaskan agama mana pun tidak menginginkan kekerasan.
"Kami berharap, para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat menyejukkan keadaan karena masyarakat memerlukan ketenangan, kerukunan dan suasana sejuk," ungkap Surya.
Surya menuturkan Indonesia memang majemuk dan keberagaman itu harus dijadikan sebagai kekuatan bukan sebaliknya. Untuk itu Surya memberi apresiasi kepada tokoh agama dan pemuka masyarakat yang dengan cepat menyelesaikan kerusuhan di Temanggung.
Surya menambahkan agar fungsi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dapat dioptimalkan karena forum itu sangat positif, sekurangnya para tokoh agama dapat duduk bersama dan saling membantu jika ada gesekan dan dicarikan solusinya.
"Efektif atau tidaknya forum itu, tergantung pada para tokoh agama itu sendiri," tambah Surya.
Selain melakukan dialog yang berlangsung sekitar dua jam, Kementerian Agama memberikan bantuan kepada sejumlah gereja yang menjadi korban kerusuhan.
Gereja Santo Pentrus dan Paulus mendapat bantuan Rp 100 juta, Gereja Pantekosta di Indonesia Temanggung mendapat Rp 125 juta, Graha Shekinah Rp 75 juta, Gereja Pantekosta Tegowanuh Rp 50 juta, dan Badan Kerja Sama Umat Kristen Rp 25 juta.
(rdf/rdf)











































