SBY Buka Konferensi Forum Pemuda Internasional untuk Perubahan Iklim

SBY Buka Konferensi Forum Pemuda Internasional untuk Perubahan Iklim

- detikNews
Minggu, 20 Feb 2011 18:57 WIB
SBY Buka Konferensi Forum Pemuda Internasional untuk Perubahan Iklim
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan membuka konferensi pemuda untuk perubahan iklim. Dari konferensi ini diharapkan dihasilkan resolusi pemuda dari seluruh penjuru dunia untuk turut berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim.

"Semula kegiatan International Youth Forum on Climate Change ini akan dibuka pada 21 Februari 2011. Namun atas permintaan Presiden SBY kegiatan konferensi ini diundur pada 23 Februari," Kata Ketua Umum KNPI yang juga Vice President of World Assembly of Youth (WaY), Ahmad Doli Kurnia, dalam keterangan persnya di kantor DPP KNPI, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (20/2/2011) siang.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bekerjasama dengan World Assembly of Youth (WAy) atau Organisasi Pemuda Dunia dengan tajuk 'International Youth Forum on Climate Change'. Rencananya, acara yang akan berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC) pada tanggal 23-28 Februari 2011 ini akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Doli menerangkan, di dalam konferensi tersebut para peserta generasi muda, baik dari dalam maupun luar negeri akan berupaya mencari formulasi efektif bagi dunia dalam menghadapi perubahan iklim, terutama komitmen dan kontribusi nyata pemuda.

"Dari hasil konferensi ini nantinya akan ada resolusi pemuda dunia dalam menghadapi isu climate change. Ini penting untuk keberlangsungan hidup generasi penerus. Masa depan bumi adalah masa depan pemuda,"Β  ujar Doli.

Menurut Doli, konferensi itu sendiri akan dihadiri sedikitnya 214 peserta yang terdiri dari 42 utusan negara internasional dan peserta dalam negeri, termasuk OKP, LSM dan komunitas muda peduli lingkungan hidup. Kehadiran Presiden SBY membuka acara itu bukan sekedar acara seremonial belaka, tapi menunjukkan kepedulian pemerintah perubahan iklim yang dicetuskan di dalam forum internasional di Bali beberapa waktu lalu.

(adi/van)


Berita Terkait