Demikan pandangan Erry Riyana Hardjapamekas mengenai penolakan Megawati untuk memenuhi panggilan penyidik KPK. Mantan Wakil Ketua KPK ini, reporter detikcom hubungi melalui telepon, Minggu (20/2/2011).
"Sebaiknya pihak Ibu Mega yang proaktif agar diperiksa oleh KPK," ujar Erry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manfaatnya bagi partai, bukan bagi pribadi Bu Mega. Perhatian pemimpin terhadap anak buah yang sedang kesulitan dan butuh bantuan, walau beliau tahu tindakan anak buah itu adalah perbuatan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan partai. Ini penting untuk jaga kredibilitas partai," papar Erry.
Sedangkan untuk teknis penyampaian keterangan, menurut Erry, sebenarnya untuk Megawati ada perlakuan khusus mengingat statusnya sebagai mantan Presiden RI. Proses pemeriksaan bisa saja berlangsung di kediaman Megawati atau lokasi lain yang disepakati dan tim penyidik KPK yang datang ke sana.
"Khusus bagi Ibu Mega sebagai mantan Presiden RI, tentu saja dapat diberikan perlakuan khusus. Misalnya pemeriksaan dilakukan di kediaman beliau," ujarnya.
Sedianya jadwal pemeriksaan terhadap Megawati Soekarnoputri sebagai saksi kasus dugaan suap cek perjalanan pemilihan DGSBI berlangsung pada Senin (21/2/2011) esok. Permintaan pemeriksaan terhadap Mega, diajukan oleh Max Moein yang menjadi tersangka kasus yang terjadi pada 2004 tersebut.
Max yang merupakan politisi senior PDIP itu minta agar Megawati diperiksa sebagai saksi meringankan bagi dirinya. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Mega dan KPK juga tidak mempermasalahkannya sebab Mega bukan saksi yang diminta oleh tim penyidik.
(lh/fay)











































