"Saya mendukung Ibu Mega, sebagai saksi yang meringankan bukan suatu kewajiban kalau tidak datang. Ibu Mega orang yang bersih, saya kira KPK tidak perlu memenuhi permintaan klien yang tidak baik," ujar Ruhut kepada detikcom, Minggu (20/2/2011).
Ruhut mengacungi jempol langkah Mega yang mengabaikan panggilan KPK. Menurut Ruhut, Mega sedang menunjukkan teladan agar jangan ada politisi PDIP yang bermain dengan uang rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut berharap semua pihak berpandangan sama dengan dirinya. Lebih dari itu, menurut Ruhut, sosok Megawati harus dihormati semua kalangan.
"Mari kita hormati Ibu Mega yang pernah menjadi presiden sebagai simbol negara. Kadernya jangan membawa-bawa Ibu Mega dalam kasus yang membelitnya," imbaunya.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengabaikan panggilan KPK untuk menjadi saksi meringankan dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Tim Hukum DPP PDIP lebih dulu akan menanyakan alasan KPK memanggil mantan Presiden RI itu.
"Hari Senin tanggal 21 Februari Tim Hukum DPP akan ke KPK untuk meminta keterangan dalam kaitan hal mana Ibu Megawati diminta untuk menjadi saksi ade charge," kata Ketua Departemen Hukum DPP PDIP, Gayus Lumbuun, kepada detikcom, Jumat (18/2/2011).
KPK memanggil Megawati pada Senin 21 Februari mendatang. KPK menegaskan Megawati dipanggil bukan sebagai saksi fakta, tapi saksi meringankan atas permintaan tersangka Max Moein dan Poltak Sitorus, keduanya kader PDIP.
(van/fay)











































