"Sekarang sudah tidak ada lagi warga yang jahit mulut. Tapi rencanya akan ada lagi," ujar humas warga RT 16 RW 09 Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Seno Budiarto, Minggu (20/2/2011).
Ia mengatakan, setidaknya aksi jahit mulut akan terus dilangsungkan hingga hari Selasa atau Rabu pekan depan. Pada hari itu dikabarkan presiden akan memfasilitasi mereka untuk bertemu pemerintah propinsi DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seno juga menuntut pertanggungjawaban dari Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, jika terjadi sesuatu terhadap demonstran yang melakukan aksi jahit mulut yang telah dilarikan ke rumah sakit.
"Saya tegaskan disini, kalau terjadi sesuatu terhadap mereka sebelum hari Selasa, berarti Fauzi Bowo harus bertangungjawab," tegas Seno.
Aksi jahit mulut dilakukan oleh 4 orang warga RT 16 RW 09 Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat untuk menolak penggusuran. Mereka telah memulai aksinya sejak 11 Feburari 2011 lalu.
Jumat (18/02/11) lalu, dua orang peserta telah dilarikan ke Rumah Sakit UKI Cawang, Jakarta Timur.
Sementara hari ini, Minggu (20/02/11), dua orang lainnya ikut dilarikan ke Rumah Sakit UKI akibat kondisi fisiknya yang mulai melemah.
(adi/van)











































