Ratusan Karyawan PT DI Tunggu Direksi di Disnaker Jabar

Ratusan Karyawan PT DI Tunggu Direksi di Disnaker Jabar

- detikNews
Selasa, 18 Mei 2004 10:57 WIB
Bandung - Ratusan karyawan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Selasa (18/5/2004) masih menantikan kedatangan perwakilan manajemen perusahaannya untuk melakukan dialog di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jabar, Jl Soekarno-Hatta Bandung. Jika perwakilan manajemen tidak ada yang datang, rencananya para karyawan akan mengadukan kasusnya ke Polda Jabar.Sekretaris Umum SP-FKK PT DI AM Bone yang memimpin rekan-rekannya ke kantor Disnaker Jabar mengungkapkan hal itu kepada pers. "Kalau hari ini tidak juga datang, padahal ini sudah panggilan ke-3 dari Disnaker, kami mau bilang apa lagi? Institusi pemerintah daerah (Pemda) sebetulnya dilecehkan oleh manajemen PT DI," katanya.Kejadian ini menurutnya hampir sama dengan kasus pelecehan-pelecehan terdahulu. Bone menunjuk kasus dipanggilnya manajemen PT DI oleh DPRD Jabar, atau saat kunjungan Ketua DPRD Jabar yang ditolak untuk memasuki kompleks PT DI dan lainnya. "Muspida saja tidak digubris. Apalagi karyawan-karyawan yang notabene orang kecil," katanya kesal.Tujuan dialog di Disnaker itu sendiri menurutnya untuk meluruskan persoalan berkaitan masih dilakukannya PHK di PT DI dan tidak dibayarkannya hak-hak normatif karyawan.Belum diperoleh konfirmasi dari manajemen PT DI apakah mereka akan mendatangi kantor Disnaker Jabar atau tidak. Direktur Umum PT DI M Nurril Fuad ketika dihubungi melalui ponselnya meminta maaf bahwa dirinya sedang melakukan pertemuan. Namun tidak dijelaskannya rapat apa yang sedang diikutinya itu. "Nanti Anda bisa hubungi saya lagi ya," katanya.Sementara itu, para karyawan juga mengungkapkan kekesalannya karena kini tidak ada lagi ruang publik yang bisa digunakan untuk mereka melakukan aksi demo. Para karyawan yang akan menuju ke Monumen Nurtanio di Jl Pajajaran Bandung, sempat berhadapan dengan aparat keamanan. Kumpulan massa yang biasa terjadi di depan monumen itu pun diminta aparat untuk dibubarkan.Meski demikian, tidak terjadi insiden yang lebih serius karena para karyawan akhirnya memilih untuk ikut mendatangi kantor Disnaker Jabar. Namun menurut Bone, kejadian ini menunjukkan bahwa hak-hak demokrasi para karyawan kian dikebiri. "Padahal setiap kali melakukan kegiatan aksi, kami selalu mengirimkan pemberitahuan kepada kepolisian seperti diatur dalam perundangan," katanya. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini