Pesaing kuatnya, Arifin Panigoro dan George Toitsutta resmi dicoret dari bursa ketua umum. Namun Nurdin, yang juga merupakan elit Partai Golkar, dianggap sebagian besar masyarakat sudah tidak layak lagi menjabat Ketua Umum PSSI.
"Saya kira ini merugikan Golkar. Karena kepentingan elit yang dibela, bukan kepentingan rakyat. Dalam kasus PSSI, membela Nurdin Halid berarti melawan rakyat. Nurdin sudah tidak disukai rakyat lagi," ujar pengamat politik Arbi Sanit ketika dihubungi detikcom, Minggu (20/02/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau masih mendukung Nurdin berarti Golkar tidak punya ideologi, hanya memperjuangkan kepentingan elitnya saja," imbuh dia.
Meski citra Partai Golkar akan makin terpuruk, Arbi masih sangsi jika rakyat bisa menyikapinya secara cerdas. Menurut Arbi, rakyat biasanya akan mudah lupa dengan hal ini.
"Dengan sendirinya di kalangan rakyat, Golkar akan makin terpuruk. Cuma masyarakat kita kadang itu bisa ditutup dengan uang, lalu lupa," katanya.
(adi/fay)











































