"Sejumlah demonstran terluka ... tetapi hanya empat, saat ini berada di rumah sakit dan tidak ada yang meninggal," ujar seorang seorang pejabat kementerian yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir dari situs AFP.com, Minggu (20/2/2011).
Sebelumnya, seorang koresponden AFP mengatakan salah seorang pengunjuk rasa ditembak mati dan lima terluka dalam bentrokan tersebut. Penembak datang dari pendukung pemerintah, mereka mempersenjatai diri dengan tongkat, batu dan senjata api. Para pendukung pemerintah ini mencoba untuk masuk ke dalam area kampus, tetapi dihadang oleh lemparan batu mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, pendukung Presiden Ali Abdullah Saleh membubarkan pengunjuk rasa dan mengambil alih daerah sekitar kampus dan jalan sekitarnya," terang koresponden itu.
Pada hari Jumat sebelumnya, setidaknya empat demonstran anti-rezim pemerintah terluka oleh pendukung Saleh, yang menyerang demonstran dengan bersenjatakan tongkat dan kapak.
Protes anti pemerintahan Saleh terus bergema di selatan Kota Aden. Bentrokan sengit juga terjadi sehari sebelumnya menewaskan empat orang dan melukai 17, termasuk lima tentara.
"Partai berkuasa adalah pembunuh dan pemberontakan kita adalah untuk pemuda," teriak para pengunjuk rasa yang anti pemerintah.
(her/her)











































