Polisi dan Militer Mundur, Ribuan Demonstran Kembali Turun ke Jalan

Bahrain Berdarah

Polisi dan Militer Mundur, Ribuan Demonstran Kembali Turun ke Jalan

- detikNews
Minggu, 20 Feb 2011 01:49 WIB
Polisi dan Militer Mundur, Ribuan Demonstran Kembali Turun ke Jalan
Manama - Ribuan rakyat Bahrain kembali turun ke Pearl Square, titik fokus demonstrasi anti-rezim pemerintah setelah para polisi dan militer ditarik mundur. Penarikan mundur militer tersebut dilakukan oleh  Pangeran Salman bin Hamad al-Khalifa yang memerintahkan mereka untuk menjauh dari demonstran.

Demonstran mulai mendirikan tenda di alun-alun setelah melepas kawat berduri yang menghalang di jalan-jalan di kota Manama.

"Saya senang kita kembali, saya bilang kami akan kembali," ujar seorang demonstran Ibrahim (23) seperti dilansir dari situs AFP.com, Minggu (20/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam bentrokan sebelumnya, polisi sempat menembakan gas air mata dan mengeluarkan tembakan untuk membubarkan paksa demonstran. Akibat kejadian tersebut beberapa demonstran dievakuasi ke rumah sakit setelah menghirup gas.

Insiden tersebut terjadi setelah prosesi pemakaman yang digelar untuk mereka yang tewas pada Kamis, 17 Februari lalu. Empat demonstran tewas dan 231 lainnya luka-luka setelah polisi menggempur sekitar Pearl Square untuk mengusir para demonstran.

Kekerasan terbaru di Bahrain ini terjadi bersamaan dengan seruan untuk tenang dan dialog dari putra mahkota, Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa.

"Hari ini waktunya untuk duduk dan mengadakan dialog, bukan untuk berkelahi," katanya di stasiun Bahrain TV.

Kekerasan aparat Bahrain terhadap para demonstran telah menimbulkan kecaman sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Melalui percakapan telepon dengan Raja Bahrain, Obama mengecam kekerasan tersebut.

(her/her)


Berita Terkait