Demonstran mulai mendirikan tenda di alun-alun setelah melepas kawat berduri yang menghalang di jalan-jalan di kota Manama.
"Saya senang kita kembali, saya bilang kami akan kembali," ujar seorang demonstran Ibrahim (23) seperti dilansir dari situs AFP.com, Minggu (20/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden tersebut terjadi setelah prosesi pemakaman yang digelar untuk mereka yang tewas pada Kamis, 17 Februari lalu. Empat demonstran tewas dan 231 lainnya luka-luka setelah polisi menggempur sekitar Pearl Square untuk mengusir para demonstran.
Kekerasan terbaru di Bahrain ini terjadi bersamaan dengan seruan untuk tenang dan dialog dari putra mahkota, Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa.
"Hari ini waktunya untuk duduk dan mengadakan dialog, bukan untuk berkelahi," katanya di stasiun Bahrain TV.
Kekerasan aparat Bahrain terhadap para demonstran telah menimbulkan kecaman sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Melalui percakapan telepon dengan Raja Bahrain, Obama mengecam kekerasan tersebut.
(her/her)











































