Pencopotan Wakapolda Metro Sarat Intervensi Politik

Pencopotan Wakapolda Metro Sarat Intervensi Politik

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2011 23:13 WIB
Jakarta - Pencopotan Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Heriawan padahal baru seminggu menjabat menimbulkan banyak spekulasi. Bahkan Indonesian Police Wacth (IPW) menuding ada kekuatan politik yang mengintervensi Koprs Bhayangkara.

"Polri mulai diintervensi kekuatan politik. Pencopotan mendadak Wakapolda Metro Brigjen Heriawan yang baru seminggu menjabat adalah bagian dari intervensi politik tersebut," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (19/2/2011).

Menurut Pane, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo seharusnya bisa bersikap tegas, menolak segala bentuk intervensi dari luar. Termasuk intervensi dari dunia politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap Kapolri bersikap tegas menolak segala bentuk intervensi dari luar. Jika tidak Polri akan mengalami 5 kerugian," terang Pane.

Kerugian pertama menurut Pane, institusi Polri akan dinilai publik tidak becus dalam manajemen kaderisasi. Kedua, Polri akan terus menerus diintervensi kekuatan politik, bukan mustahil pencalonan Wakapolri juga akan diintervensi.

"Ketiga, Polri akan jadi korban politisasi kepntingn politik karena lemah dan selalu bisa diintervensi. Keempat, hal ini akan membuat kader-kader polri prustasi," jelas Pane.

Menurut Pane kerugian kelima yang diderita akibat intervensi ke dalam korps Bhayangkara tersebut akan membuat Polri tidak profesional. Atas pergantian tersebut, IPW sangat menyayangkan terlebih Heriawan dicopot tanpa alasan yang jelas.

"Pergantian mendadak terhadap kader yang baru dilantik juga sebuah pembunuhan karakter yang memalukan bagi yang bersangkutan. Apalagi alasan pencopotanya tidak jelas. IPW berharap cara-cara tidak manusiawi seperti ini tidak terulang lagi di Polri," imbuhnya.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Heriawan baru menjabat seminggu. Namun jabatan tersebut akhirnya berpindah ke tangan Brigjen Polisi Suhardi Alius yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Mabes Polri.

Berdasarkan surat telegram rahasia (STR) bernomor STR/119/11/2011, Suhardi Alius menggantikan Brigjen Pol Heriawan (Dirjen Susbud Debid Jianstrad Lemhanas RI) yang semula dimutasi sebagai Wakapolda Metro Jaya.

STR bertanggal 17 Februari ini ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani. Heriawan mendapatkan posisi Wakapolda Metro Jaya pada 11 Februari 2011 lalu setelah terjadi kerusuhan di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Meski banyak kalangan yang menilai janggal, namun Mabes Polri menilai pergeseran itu hal biasa di tubuh Kepolisian.

"Biasa saja, enggak ada masalah," kata Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar.
(her/her)


Berita Terkait