Mahasiswa RI yang Bertahan di Mesir Terima Beasiswa Hari Ini

Laporan dari Kairo

Mahasiswa RI yang Bertahan di Mesir Terima Beasiswa Hari Ini

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2011 18:59 WIB
Mahasiswa RI yang Bertahan di Mesir Terima Beasiswa Hari Ini
Kairo - Kantor Konsuler KBRI Kairo di Distrik 10, Nasr City, hari ini dipadati mahasiswa Indonesia untuk mengambil beasiswa khusus bagi mereka yang tetap bertahan di Mesir dan tidak ikut evakuasi ke Indonesia.

Sesuai dengan keputusan Satgas Penanganan WNI di Mesir yang diketuai mantan Menlu N. Hassan Wirajuda, setiap mahasiswa yang tidak dievakuasi dan tetap berada di Mesir mendapat beasiswa khusus sebesar 350 Pound Mesir per bulan (setara Rp600 ribu) untuk selama tiga bulan ke depan.

Hal itu dimaksudkan untuk meringankan beban para mahasiswa pada masa transisi di Mesir. Beasiswa khusus tersebut mulai hari ini didistribusikan oleh KBRI Kairo, demikian disampaikan Sekretaris III Pensosbud Ali Andika Wardhana kepada detikcom, Sabtu (19/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data lapor pendidikan yang dimiliki oleh KBRI Kairo, jumlah mahasiswa Indonesia di Mesir yang berhak menerima beasiswa berjumlah 1.592 orang.

Mereka terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari strata satu sampai dengan program doktoral di berbagai perguruan tinggi di Mesir. Mayoritas dari mereka menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir.

Mahasiswa yang belum sempat melakukan lapor pendidikan di KBRI melalui kantor pelayanan Atase Pendidikan dapat menerima beasiswa setelah melakukan lapor pendidikan di kantor pelayanan Atase Pendidikan KBRI Kario.

Peran Mahasiswa

Proses distribusi beasiswa khusus berlangsung dengan lancar. Hal itu berkat dukungan dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir dan berbagai organsasi mahasiswa kedaerahan Indonesia yang terdapat di Mesir.

Para relawan dari organisasi-organisasi tersebut membantu kelancaran distribusi melalui upaya mereka mendiseminasi informasi kepada mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Kairo dan kota-kota lainnya.

Dubes RI di Kairo A.M. Fachir menyambut baik keputusan pemerintah mengenai beasiswa khusus tersebut. "Karena sangat bermanfaat bagi para mahasiswa Indonesia yang tetap bertahan di Mesir selama menghadapi masa transisi," ujar Dubes.

Fachir juga mengapresiasi dukungan dari berbagai unsur masyarakat Indonesia di Mesir, khususnya para relawan mahasiswa Indonesia yang telah membantu kelancaran proses distribusi beasiswa.

Dukungan para relawan mahasiswa sebelumnya juga ditunjukkan saat proses evakuasi WNI ke Indonesia dan saat distribusi bantuan pangan melalui posko-posko siaga WNI di berbagai sekretariat organisasi kemahasiswaan Indonesia di Mesir.

Merasa Terbantu

Salah satu mahasiswa penerima beasiswa khusus, Mujib Abdurrahman dari Tuban (Jawa Timur), mengemukakan bahwa dirinya merasa gembira dengan adanya bantuan pemerintah ini.

“Alhamdulillah, bantuan dari pemerintah ini akan sangat membantu kami yang masih bertahan di Mesir,” tutur Mujib, mahasiswa tingkat akhir Universitas Al-Azhar.

Mahasiswa lainnya, Gulam Falah, juga dari Universitas Al-Azhar, menyampaikan bahwa bantuan pemerintah sebesar 350 pound Mesir akan bermanfaat untuk pembelian alat-alat kuliah, buku-buku dan lain sebagainya.

Bantuan pemerintah ini juga dimanfaatkan oleh sebagian mahasiswa untuk melunasi pembayaran uang sewa apartemen yang sempat terhenti.

Hal seperti itu antara lain dialami oleh Syarief Tampubolon, mahasiswa Indonesia yang sejak terjadi perkembangan politik di Mesir belum membayar sewa apartemennya. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads