"Israel sangat menghargai keputusan oleh Presiden Obama untuk memveto resolusi Dewan Keamanan," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti diberitakan Deutsche Presse-Agentur, Sabtu (19/2/2011).
"Keputusan oleh AS itu memperjelas bahwa satu-satunya jalan untuk perdamaian adalah melalui negosiasi langsung dan bukan melalui keputusan badan-badan internasional," demikian statemen kantor PM Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembicaraan damai antara Israel dan Palestina dimulai pada September 2010 lalu namun terhenti kembali tiga pekan kemudian. Penyebabnya adalah soal pembangunan pemukiman Israel di wilayah Palestina.
Dalam sidang DK PBB pada Jumat, 18 Februari waktu setempat, di antara 15 anggota, hanya Amerika yang menolak resolusi yang mengecam pembangunan pemukiman Israel tersebut. Namun Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB, Susan E. Rice mengatakan, veto tersebut hendaknya tidak dianggap sebagai dukungan Amerika akan pembangunan pemukiman yang baru.
Menurut Rice, masalah pembangunan pemukiman Yahudi harus diselesaikan lewat negosiasi damai dan bukan melalui resolusi yang mengikat.
(ita/ita)










































