Golkar dan PKS 'Membangkang', Keutuhan Setgab Bergantung Pimpinan

Golkar dan PKS 'Membangkang', Keutuhan Setgab Bergantung Pimpinan

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2011 17:15 WIB
Jakarta - Setgab Partai Koalisi tengah dalam keadaan panas, menyusul tekad PKS dan Golkar mendorong hak angket DPR untuk mafia perpajakan. Pada situasi seperti sekarang ini, koordinasi dan komunikasi antar pimpinan partai menjadi hal yang penting untuk menjaga keutuhan setgab.

"Koalisi bisa bertahan atau tidak tergantung dari persepsi dan koordinasi pimpinan partai. Dari situlah kepentingan partai-partai dibicarakan," ujar pengamat politik Yudi Latif usai menghadiri acara Diskusi Gerakan di Kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Sabtu (29/2/2011).

Menurut Yudi, saat ini partai-partai menjadi anggota koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono tengah memperjuangkan kepentingannya masing-masing menjelang Pemilu 2014. Fenomena inilah yang menjadi penyebab gejolak Setgab saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak bulatnya sikap Setgab ini harus dipandang sebagai sikap dari koalisi itu sendiri," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Priyo Budi Santoso mengungkapkan bahwa motif utama Golkar terus menggalang pembentukan angket mafia pajak untuk membersihkan nama baik Golkar dan Ical. Tujuan ini hanya bisa dilakukan dengan mengungkap mafia pajak lewat Pansus Angket Mafia Pajak.

"Golkar tidak punya banyak pilihan untuk itu (membersihkan nama baik) selain kami menunjukkan bahwa kami tidak punya kepentingan apa-apa dengan mafia pajak," ujar Ketua DPP Golkar yang juga Wakil Ketua DPR itu.

Menurut Priyo, langkah ini ditempuh guna mematahkan serangan dari anggota Satgas Antimafia yang dinilai secara terang-terangan mencoba mengarahkan kasus Gayus ke Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.

"Memang selama ini kami diserang dan jadi sasaran tembak anggota Satgas tersebut. Angket ini punya kepentingan besar," terang Priyo.

(fjr/lh)


Berita Terkait