Tikus itu awalnya tampak sibuk di wastafel rumah makan di Terminal IB, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (19/2/2011). Binatang berwarna hitam dan berbadan semok itu tampak cuek saja dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya.
Orang-orang yang berada di rumah makan tersebut juga terlihat cuek atau tidak menyadari keberadaan tikus tersebut. Bahkan, seseorang yang tengah menikmati makanan yang duduk hanya berjarak sekitar 30 cm dari tikus itu. Pramusaji yang hilir mudik melayani pengunjung juga cuek saja dengan keberadaan tikus itu.
Pengunjung restoran baru 'ngeh' setelah binatang pengerat itu melompat dari wastafel ke lantai. Orang-orang khususnya para wanita baru jejeritan dan mengangkat kakinya. Sang tikus pun menghilang alias bersembunyi.
Namun setelah itu, orang-orang itu kembali menikmati makanannya. Para pramusaji juga kembali lagi melayani para pembeli tanpa mencoba mencari tahu, ke mana tikus tersebut pergi. Entah sudah terbiasa atau memang cuek, tidak tahu pasti.
Para pengunjung itu juga tidak mengindahkan larang merokok yang jelas-jelas terpampang di restoran itu. Mereka tetap saja menyedot rokoknya dalam-dalam dan menghembuskan asap yang mengepul putih.
Petugas keamanan yang seharusnya bisa memperingatkan mereka, malah diam saja. Mereka sama sekali tidak bereaksi saat melihat orang-orang itu merokok dengan santai.
(mok/ken)











































