"Ribuan demonstran berkumpul di kota-kota di Libya timur: Benghazi, Baida, Ajdabiya, Zawiya dan Derna pada 18 Februari 2011, menyusul serangan terhadap para demonstran damai sehari sebelumnya yang menewaskan 20 orang di Benghazi, 23 di Baida, tiga di Ajdabiya, dan tiga di Derna," demikian pernyataan HRW seperti dilansir AFP, Sabtu (19/2/2011).
Angka itu masih ditambah dengan 35 demonstran yang tewas di Benghazi pada 18 Februari kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HRW juga mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap para demonstran di Libya. HRW mendesak otoritas Libya untuk berhenti melakukan kekerasan terhadap para demonstran damai.
Aksi demo antipemerintah melanda Libya pekan ini menyusul revolusi di Tunisia dan Mesir. Demonstrasi itu diawali dengan ribuan orang yang memadati jalan-jalan di Kota Benghazi untuk menyerukan mundurnya pemimpin Libya Muammar Khadafi.
Situasi kian tak terkendali dengan kaburnya sekitar 1.000 tahanan dari penjara di Benghazi. Bahkan tiga tahanan tewas ditembak pasukan keamanan ketika mencoba kabur dari penjara lain di luar Tripoli, ibukota Libya.
Rezim Khadafi telah berjanji akan mematahkan semua upaya untuk menjatuhkan pemimpin Libya itu. Khadafi berkuasa sejak September 1969 melalui kudeta militer tak berdarah.
(ita/ita)











































