Demikian menurut beberapa sumber seperti dikutip majalah The New Yorker dan dilansir kantor berita AFP, Sabtu (19/2/2011).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan bahwa hanya solusi politik yang akan mengakhiri perang di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu berharap akan bisa memecah anggota Taliban dari para ekstremis Al Qaeda di Afghanistan. Dikatakan Hillary, peningkatan pasukan internasional di Afghanistan dalam setahun terakhir merupakan bagian dari strategi memecah Taliban dari Al Qaeda dan mendamaikan mereka yang menolak kekerasan dan menerima konstitusi Afghan.
Presiden AS Barack Obama pada akhir bulan lalu telah menegaskan kembali janjinya untuk segera memulai penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Obama menegaskan, pasukan AS akan mulai ditarik pulang pada Juli 2012 mendatang.
Hal itu disampaikan Obama dalam pidato kenegaraan tahunannya di gedung Capitol Hill, Washington, DC pada 26 Januari lalu. Dalam pidatonya di depan anggota Kongres itu, Obama juga mengingatkan akan adanya pertempuran-pertempuran yang sulit di Afghanistan.
"Berkat pasukan heroik dan warga sipil kita, kini lebih sedikit warga Afghan yang berada di bawah kendali pemberontak. Akan ada pertempuran sulit ke depannya, dan pemerintah Afghan perlu untuk menunjukkan kepemimpinan yang lebih baik," ujar Obama dalam pidatonya.
"Tahun ini kita akan bekerja dengan hampir 50 negara untuk memulai transisi ke kepemimpinan Afghan," tutur Obama. "Dan Juli ini, kita akan mulai membawa pulang pasukan kami," pungkasnya.
(ita/ita)











































