"Saya rasa pergerakan mereka terkait erat dengan 2014. Meski di koalisi, mereka kan juga merasa perlu untuk menyusun persiapan," tutur anggota DPR dari Fraksi PAN, Riski Sadiq, kepada wartawan di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Sabtu (19/2/2011) siang.
Riski mengatakan, hal yang tidak terlalu aneh, jika PKS dan Golkar bertolak belakang dengan Setgab. Karena menurutnya meski sama-sama berada dalam payung koalisi, dua partai tersebut tetap harus memikirkan keperluan posisi tawar kepada partai yang berkuasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk sikap PAN, Riski mengatakan partainya untuk saat ini masih sesuai dengan sikap awal, yakni memberikan kesempatan bagi lembaga hukum dan Panitia Kerja Pajak untuk bekerja.
"Untuk saat ini seperti sikap kami masih seperti itu," tandasnya.
Sebelumnya Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso mengungkapkan bahwa motif Golkar menggalang angket mafia pajak untuk membersihkan nama baik Golkar dan Ical. Tujuan ini hanya bisa dilakukan dengan mengungkap mafia pajak lewat Pansus Angket Mafia Pajak.
"Golkar tidak punya banyak pilihan untuk itu (membersihkan nama baik) selain kami menunjukkan bahwa kami tidak punya kepentingan apa-apa dengan mafia pajak," ujar Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Menurut Priyo, langkah ini ditempuh guna mematahkan serangan dari anggota Satgas Antimafia yang dinilai secara terang-terangan mencoba mengarahkan kasus Gayus ke Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.
"Memang selama ini kami diserang dan jadi sasaran tembak anggota Satgas tersebut. Angket ini punya kepentingan besar," terang Priyo.
(fjr/lh)










































