Secara bergelombang rombongan Persebaya 1927 masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sejak Jumat malam (18/2/2011). Para suporter bakal menyaksikan pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) antara kesebelasan Bali Devata melawan Persebaya 1927.
Setiap suporter diperiksa oleh petugas dan terdiri dari kepolisian, TNI dan Satpol PP Jembrana. Petugas memeriksa kartu identitas dan menggeledah perbekalan. Uang yang mereka bawa pun dihitung oleh petugas. Suporter yang lolos adalah yang membawa kartu identitas dan uang yang cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razia yang digelar aparat gabungan memang khusus ditujukan kepada rombongan suporter. Dari setiap rombongan yang jumlahnya puluhan orang, hanya sedikit lolos.
“Tolong ijinkan saya nonton bola, untuk makan saya bisa minta sama teman-teman,” kata seorang suporter yang dipisahkan dari rekannya karena tak memiliki bekal.
Sebanyak 296 suporter yang dipulangkan ke Pelabuhan Ketapang mendapatkan penjagaan ketat dari aparat. Setiap kapal hanya diisi maksimal 10 orang suporter sehingga lebih mudah diawasi ABK.
Wakapolres Jembrana Kompol, I N Dana Pawitra, mengatakan para suporter dipulangkan supaya tidak melakukan kerusuhan. "Mereka itu makan dan minum di warung orang tanpa membayar. Jika dibiarkan lolos akan menimbulkan kerawanan,” kata Pawitra.
Pawitra menambahkan potensi kerawanan terjadi saat para suporter kembali pulang. Jika perbekalannya sudah habis, suporter bakal membeli makanan tanpa membayar. "Untuk mengantsipasi ulah nekat itu, sepanjang jalur menuju pelabuhan bakal dijaga ketat," katanya.
(gds/lh)










































