Tak Bawa Bekal dan Kartu Identitas, Ratusan Bonek Dipulangkan

Tak Bawa Bekal dan Kartu Identitas, Ratusan Bonek Dipulangkan

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2011 13:06 WIB
Gilimanuk - Hampir tiga ratus orang bonek (bondho nekat/suporter Persebaya 1927) dilarang masuk ke Bali. Mereka dipulangkan karena tak membawa kartu identitas dan tidak membawa perbekalan yang cukup selama beberapa hari mereka berada di Bali.

Secara bergelombang rombongan Persebaya 1927 masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sejak Jumat malam (18/2/2011). Para suporter bakal menyaksikan pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) antara kesebelasan Bali Devata melawan Persebaya 1927.

Setiap suporter diperiksa oleh petugas dan terdiri dari kepolisian, TNI dan Satpol PP Jembrana. Petugas memeriksa kartu identitas dan menggeledah perbekalan. Uang yang mereka bawa pun dihitung oleh petugas. Suporter yang lolos adalah yang membawa kartu identitas dan uang yang cukup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Yang tidak membawa identitas berupa KTP dipulangkan. Suporter yang membawa KTP tetapi uangnya kurang dari Rp 100 ribu dipulangkan. Kita perkirakan dengan uang sebesar itu cukup selama berada di Bali,” kata Sekretaris Kabupaten Jembarana  I Gede Suinaya.

Razia yang digelar aparat gabungan memang khusus ditujukan kepada rombongan suporter. Dari setiap rombongan yang jumlahnya puluhan orang, hanya sedikit lolos.

“Tolong ijinkan saya nonton bola, untuk makan saya bisa minta sama teman-teman,” kata seorang suporter yang dipisahkan dari rekannya karena tak memiliki bekal.

Sebanyak 296 suporter yang dipulangkan ke Pelabuhan Ketapang mendapatkan penjagaan ketat dari aparat. Setiap kapal hanya diisi maksimal 10 orang suporter sehingga lebih mudah diawasi ABK.

Wakapolres Jembrana Kompol, I N Dana Pawitra, mengatakan para suporter dipulangkan supaya tidak melakukan kerusuhan. "Mereka itu makan dan minum di warung orang tanpa membayar. Jika dibiarkan lolos akan menimbulkan kerawanan,” kata Pawitra.

Pawitra menambahkan potensi kerawanan terjadi saat para suporter kembali pulang. Jika perbekalannya sudah habis, suporter bakal membeli makanan tanpa membayar. "Untuk mengantsipasi ulah nekat itu, sepanjang jalur menuju pelabuhan bakal dijaga ketat," katanya.

(gds/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini