Obama Telepon Raja Bahrain

Bahrain Berdarah

Obama Telepon Raja Bahrain

- detikNews
Sabtu, 19 Feb 2011 12:49 WIB
Obama Telepon Raja Bahrain
Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam kekerasan yang dilakukan pasukan pemerintah Bahrain terhadap para demonstran. Hal itu disampaikan Obama ketika menelepon Raja Bahrain, Hamad bin Issa al-Khalifa untuk membahas pergolakan di negeri itu.

Dalam percakapan telepon itu, Obama juga mengingatkan bahwa pemerintah AS yakin bahwa stabilitas negeri Teluk itu tergantung pada proses reformasi politik yang berarti.

"Presiden Obama berbicara dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al-Khalifa malam ini untuk membahas situasi yang tengah berlangsung di Bahrain," demikian statemen Gedung Putih seperti diberitakan AFP, Sabtu (19/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pembicaraan tersebut, Obama juga mengulang kecamannya akan kekerasan yang digunakan terhadap para demonstran damai. Obama pun mendesak pemerintah Bahrain untuk menahan diri dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

"Sebagai mitra lama Bahrain, Presiden mengatakan bahwa AS yakin bahwa stabilitas Bahrain tergantung pada respek akan hak-hak universal rakyat Bahrain dan proses reformasi berarti yang responsif akan aspirasi seluruh warga Bahrain," demikian pernyataan Gedung Putih.

Obama menelepon Raja Bahrain setelah pertumpahan darah di Bahrain yang terjadi ketika pasukan pemerintah menggempur lapangan di Manama, ibukota Bahrain untuk mengusir para demonstran. Empat orang tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka akibat kekerasan aparat Bahrain tersebut.
(ita/ita)


Berita Terkait