Rencananya rombongan suporter itu akan menyaksikan pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) antara kesebelasan Bali Devata melawan Persebaya 1927. Laga itu akan digelar di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Minggu (20/2/2011).
Ratusan suporter Persebaya 1927 mulai masuk secara bergelombang ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk sejak Jumat malam (18/2/2011). Aparat keamanan pun begadang untuk terus menyaring suporter yang terkenal dengan aksi brutalnya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aparat gabungan tampak kewalahan melakukan sweeping untuk menyaring suporter yang boleh atau tidak diijinkan melanjutkan perjalanan ke Bali. Setiap rombongan yang tiba dikumpulkan di areal parkir pos dua.
Satu per satu para suporter diperiksa identitasnya dan barang bawaannya digeledah. Suporter yang membawa identitas dijinkan melanjutkan perjalanan. "Suporter yang tak memiliki identitas dan perbekalan cukup dipulangkan," kata Pawitra.
Sampai Sabtu pagi (19/2/2011), suporter yang masuk ke Bali sebanyak 454 orang. Setelah disaring, sebanyak 296 orang dipulangkan. “Jika dibiarkan tidak saring jelas mereka akan menimbulkan masalah seperti beberapa tahun lalu," kata Pawitra.
(gds/lh)











































