"Saya sangat prihatin dengan laporan terjadinya kekerasan di Bahrain, Libya, dan Yaman," kata Obama dalam pernyataan yang dibacakan oleh sekretaris pers Gedung Putih Jay Carney, Jumat (18/2/2011).
"AS mengutuk penggunaan kekerasan oleh pemerintah terhadap aksi damai di negara-negara tersebut dan di manapun hal itu mungkin terjadi," ucap Obama seperti dikutip oleh reuters.
Obama meminta agar pemerintah di ketiga negara tersebut menahan diri dalam menghadapi pengunjuk rasa. "Serta menghormati hak-hak rakyat mereka," tandas Obama.
Seperti diberitakan, sedikitnya 6 demonstran tewas dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintahan di Libya. Peristiwa ini terjadi di kota Benghazi, Libia. Selain korban tewas, korban luka-luka berjatuhan.
Aksi demonstrasi di Yaman juga memakan korban. Satu orang demonstran tewas terkena tembakan polisi. Ribuan orang berbaris kawasan Al-Mansura menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh mundur.
Sementara di Bahrain, 4 demonstran tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan di Pearl Square. Perkembangan terakhir, sebanyak 23 orang mengalami luka-luka akibat tembakan polisi. Demonstran Bahrain ini menginginkan agar PM Khalifa bin Sulman al-Khalifa, yang berkuasa sejak 16 Desember 1971, mundur.
(irw/irw)











































