"Kan, Pak Presiden mengatakan dalam pidatonya, kapan perlu kalau memang ada yang membuat kriminal. Nah, sekarang ormasnya yang mana yang buat kriminil?" ujar Patrialis usai mengadakan rapat koordinasi tentang Strategis Nasional Pemberantasan Korupsi di Gedung Bappenas, Jl Taman Surapati, Jakarta Pusat, Jumat (18/2/2011).
Patrialis menegaskan tidak mungkin pemerintah mengabaikan persoalan penting ini. Terlebih setelah mendapatkan arahan langsung Presiden lewat pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada wartawan, Patrialis meminta diberi tahukan jika memang ada ormas yang terekam melakuka aksi kekerasan. Sebab dari sisi pemerintah, tentunya tetap akan melakukan pendekatan-pendekatan sebagai solusi yang efektif.
"Ya, kita nunggu dari wartawan lah. Yang mana dong kasih tahu dong. Karena sekarang Mendagri sudah melakukan pendekatan kepada ormas-ormas," imbuhnya.
"Nah, itu kan sudah bagus, yang mana yang mau dibubarkan, kasih tahu dong ormas mana yang mau dibubarkan," kelakar politisi Partai Amanat Nasional ini.
Kepada semua pihak, Patrialis berharap masalah HAM tidak dikomentari setengah-setengah yang membuat masyarakat semakin bingung.
"HAM itu kan ada syarat, dan syratnya tidak boleh bertentangan dengan perundang-undangan dan moral, agama yang ujungnya mengacaukan negara," tandasnya.
(lia/irw)











































