Kemenpora Terjunkan Auditor, Periksa GOR Ambruk di Bali

Kemenpora Terjunkan Auditor, Periksa GOR Ambruk di Bali

- detikNews
Jumat, 18 Feb 2011 22:16 WIB
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera menurunkan auditor dari Inspektorat Kemenpora untuk memeriksa kasus ambruknya gedung olahraga (GOR) serbaguna di Gianyar, Bali. Seorang pekerja luka besar akibat peristiwa itu.

"Auditor akan mendalami semua aspek pembangunan, dari aspek administratif maupun konstruksi bangunan," kata Deputi Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Lalu Wildan kepada detikcom, di Jakarta, Jumat (18/2/2011).

Seperti diberitakan detikcom kemarin, GOR serbaguna (wantilan) yang sedang dibangun di Desa Adat Perasada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, ambruk hari Kamis (17/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pekerja luka berat dan pekerjaan yang sudah separo jalan menjadi terhenti. Gedung tersebut dikabarkan dibangun dengan sumbangan dari Kemenpora melalui anggota DPR RI Wayan Koster.

Wildan membenarkan, sebagian biaya pembangunan gedung tersebut memang menggunakan dana dari Kemenpora yang diberikan dalam tahun anggaran 2010. "Dana bantuan sebesar Rp 400 juta diberikan kepada Komite Pembangunan Gedung Olahraga Serbaguna (wantilan) Desa Adat Perasada," ujar Wildan.

Dalam proposal permohonan bantuan yang diajukan komite, dinyatakan bahwa gedung serbaguna atau wantilan tersebut akan digunakan untuk latihan pencak silat, seni tari dan tabuh.

Disebutkan, total dana yang dibutuhkan, sesuai Rencana Anggaran Biaya, tercatat Rp 1,8 miliar. Namun, karena keterbatasan anggaran, Kemenpora hanya bisa membantu Rp 400 juta. "Kekurangannya akan dipenuhi melalui swadaya masyarakat adat setempat," imbuh Wildan.

Karena itu, jika benar, seperti diberitakan bahwa dana pembangunan GOR di Gianyar mencapai Rp 700 juta, berarti unsur dana swadaya masyarakat juga sangat besar.

"Komite Pembangunan adalah pihak yang bertanggungjawab dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pembangunan," tegas Wildan.

Sebelumnya, Kepala Desa Blahbatuh Ketut Sudiartana menduga bangunan yang baru dikerjakan sekitar empat bulan ini ambruk karena kualitas bahan bangunannya buruk. Warga pun tidak dilibatkan dalam proyek tersebut.

"Tiba-tiba sudah ada protek wantilan ini. Warga dan aparat desa tidak tahu sehingga tidak ikut terlibat dalam pembangunan GOR (wantilan) ini," kata Sudiartana.

(gds/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads