"Kita ikuti terus survei tentang bapak. Saya yakin bapak akan jadi calon presiden," kata Bursah.
Hal tersebut dikatakanya saat memberi kata sambutan dalam acara penandatanganan kesepakatan bergabungnya PBR ke Gerindra, di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (18/2/2011).
Bursah bahkan meramalkan, pada Pilpres 2009 kemarin, jika seandainya Megawati tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden, maka ia yakin Prabowo yang akan menjadi capres.
ย
"Kalau dengar pidato-pidato Pak Prabowo, beliau ada kemiripan dengan sang proklamator kita," kata Bursah.
Bursah menjelaskan, saat ini dirinyaย lebih memilih Prabowo, ketimbang terus bertahan mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal seperti yang diketahui, pada Pilpres 2009, Bursah mendukung SBY-Boediono.
"Kita sudah tak tahan lagi. Kita perlu pemimpin alternatif, yang berani menantang neoliberalisme. Bukan pemimpin yang tak berani,"katanya.
Seperti diketahui, PBR akhirnya meleburkan diri ke dalam Partai Gerindra. Nantinya, PBR akan menjadi sayap gerakan Gerindra dan berganti nama menjadi Petani Buruh Reformasi.
(fiq/nwk)











































