"Jawaban saya atas langkah itu singkat saja, seketat apapun pengawasan manusia, pengawasan Allah lebih ketat. Demikian pula, makar Allah lebih hebat," ujar Direktur Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Ustadz Wahyuddin, kepada detikcom, Jumat (18/2/2011) sore.
Lebih lanjut Wahyuddin mengatakan tidak akan memberikan komentar panjang lebar mengenai langkah kepolisian di NAD tersebut. Alasannya, hingga saat ini dia belum mendengar secara langsung pernyataan pejabat Polda NAD mengenai kebijakan tersebut.
Namun demikian dia mengaku tidak akan mempermasalahkan langkah tersebut. Bahkan dia menegaskan jika memang pengawasan terhadap alumni Al-Mukmin Ngruki tersebut benar-benar dilaksanakan, maka justru para alumni akan merasa senang telah mendapat pengawasan atas segala tindakannya.
"Ya tidak apa-apa toh kalau diawasi, karena kalau ada salah-salah langsung ada yang mengingatkan. Lagipula kan memang sudah tugas dan kewajiban polisi mengawasi keamanan warga. Silakan saja itu dilakukan asal proporsional dan profesional," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polda NAD melalui Direktur Intelkam Polda NAD, Kombes Bambang Soetjahjo, mengatakan merasa perlu mewaspadai munculnya potensi terorisme di daerahnya mengawasi sejumlah pesantren yang memiliki pengurus atau kiai lulusan Pesantren Al Mukmin Ngruki.
(mbr/fay)











































