"Ini adalah pesta. Kami semua sangat gembira, Mubarak telah pergi. Saya rasa kami akan datang ke sini tiap minggu, setiap Jumat," ujar Nasir Mohammed (50) seperti dilansir AFP, Jumat (18/2/2011).
Mubarak mengakhiri kekuasaan 30 tahunnya pada Jumat 11 Februari setelah didemo selama 18 hari oleh warganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tabuhan drum dan nyanyian massa telah terbangun sejak Jumat pagi. Ratusan polisi militer dengan baret merah mengawasi. Polisi tidak membawa tameng dan sebagian besar tidak bersenjata.
Sementara itu, Ikhawanul Muslimin, organisasi oposisi terbaik di Mesir, hari ini mengimbau warga Mesir untuk melindungi revolusi yang menjungkalkan Mubarak dari mereka yang mencoba memutarbalikkan revolusi untuk keuntungan mereka.
Mohamed Badie, pimpinan kelompok ini menyatakan, revolusi telah mulai berbuah dan rakyat Mesir seharusnya tidak memberi kesempatan pada opurtunis untuk menculiknya dan memanfaatkannya.
"Ini adalah Mesir yang tidak bisa terkecoh," ujarnya dalam pesan hari Jumat di website Ikhawanul Muslimin.
(nrl/vta)











































