"TNI ini lahir dari Islam dan besar dari Islam. Kalau TNI tidak berpihak pada umat Islam berarti TNI berkhianat kepada pendiri-pendirinya. Jenderal-jenderal TNI lahir dari Islam, karena itu kami mengajak TNI untuk membubarkan Ahmadiyah," teriak Sekretaris Majelis Syuro DPP FPI Misbahul Anam.
Hal itu disampaikan Anam dalam orasinya di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (18/2/2011). FPI bergabung dengan ratusan demonstran lainnya yang berada di bawah Forum Umat Islam (FUI) untuk menuntut pembubaran Ahmadiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anam menjelaskan, ketika polisi membela Islam malah dicopot dari jabatannya. Dia mencontohkan Kapolda Banten dan Kapolres Pandeglang yang dicopot dari jabatannya.
"Ketika mereka membeberkan semua fakta sebenarnya tentang penyerangan, mereka lansung dicopot dari jabatannya," sambung dia.
Pukul 16.00 WIB, massa telah bergerak meninggalkan Bundaran HI untuk meneruskan aksi di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta. Akibat pergerakan massa, lalu lintas di seputaran Bundaran HI macet.
"Kita ke Komnas HAM untuk menuntut Komnas HAM objektif dan realistis. Selama ini tidak ada pembelaan dari Komnas HAM jika umat Islam mengalami kekerasan. Makanya kita minta Komnas HAM juga adil," jelas Anam.
(vit/nwk)











































