Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, dalam rilis Kemdiknas yang diterima, Jumat (18/2/2011).
Fasli menyampaikan, Kemdiknas diminta oleh Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda untuk menjadi vocal point dalam pengembalian WNI ke Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Sedangkan Kementerian Hukum dan HAM akan membantu dalam hal imigrasi, yaitu pengurusan paspor. Salah satu syarat administrasi bagi WNI yang ingin kembali ke Mesir adalah memiliki paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan ke depan.
Lebih lanjut Fasli menjelaskan, Kementerian Agama akan memfasilitasi penginapan bagi para WNI sebelum diberangkatkan ke Mesir. Rencananya, sebelum dipulangkan, mereka akan diinapkan di asrama haji.
"Kementerian Agama juga akan menyediakan transportasi dari asrama haji menuju bandara," imbuhnya.
Fasli mengatakan, biaya pemulangan WNI menjadi beban bersama antara Kemdiknas dan Kemenag. Dia menyebutkan, sebelumnya biaya evakuasi dari Mesir ke Indonesia mencapai Rp 10 miliar lebih.
"Sepertinya untuk pemulangan ke sana juga bisa mencapai lebih dari 10 miliar rupiah," kata mantan Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas ini.
Kemdiknas membuka posko untuk kepentingan pendaftaran bagi WNI yang akan kembali ke Mesir. Posko pendaftaran bisa diakses secara online melalui www.kemdiknas.go.id atau www.kln.dikti.go.id dan nomor telepon 021-51226002, 021-90549640, 021-57946063, dan 082124237360. Kemdiknas memberikan batas akhir pendaftaran hingga 7 Maret 2011 mendatang. Terhitung sampai Kamis (17/2/2011) siang sudah terdaftar sebanyak 900 lebih WNI yang menyatakan akan kembali.
(nwk/vta)











































