"Saya kira perlu dipertanyakan, Polri harus memberikan penjelasan. Hal seperti ini nyaris tidak pernah terdengar," kata anggota Kompolnas Novel Ali di Jakarta, Jumat (18/2/2011).
Novel menjelasan, apapun alasan dan pertimbangannya, meski untuk tujuan organisasi, harus ada penjelasan yang bisa diterima publik. Pergantian dalam waktu singkat tentu menimbulkan banyak tanda tanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan secara transparan justru akan membuat Polri mendapat respons politik dari publik. "Polri dianggap lebih bijaksana," terangnya.
Brigjen Pol Heriawan baru menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya seminggu. Namun jabatan tersebut akhirnya berpindah ke tangan Brigjen Polisi Suhardi Alius, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Mabes Polri.
Berdasarkan surat telegram rahasia (STR) bernomor STR/119/11/2011, Suhardi Alius yang pernah menjadi Koorspri Jenderal (Purn) Sutanto saat menjadi Kapolri ditetapkan menggantikan Brigjen Pol Heriawan (Dirjen Susbud Debid Jianstrad Lemhanas RI) yang semula dimutasi sebagai Wakapolda Metro Jaya. Surat mutasi ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani.
(ndr/ken)










































