"Tidak ada yang bengkok, yang ada lecet-lecet. Satu lagi ada yang rusak, tapi tidak bengkok," kata Direktur Umum Lion Air Edward saat dihubungi detikcom, Jumat (18/2/2011). Sehingga menurutnya wajar pesawat yang kemarin sempat serempetan bisa dioperasikan kembali.
"Jika ada motor tersenggol capnya, apakah nggak bisa jalan, kecuali strukturnya rusak. Logikanya seperti itulah," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kan nggak mau, pilot pun juga nggak mau. Memangnya dia (pilot) robot? Menurut engineer kami gak ada apa-apa, dicek sama lembaga yang berwenang juga sudah nggak masalah," kata Edward.
Seperti diketahui, pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900 ER kemarin menyerempet sesama Lion di Bandara Cengkareng. Akibatnya operator towing car diskorsing.
Sedangkan pada Senin dan Selasa (14-15 Februari) pesawat dengan tipe yang sama tergelincir di Bandara Pekanbaru. Pesawat yang tergelincir pada 15 Februari adalah yang menyerempet pesawat Lion pada Kamis kemarin.
(anw/asy)










































