2 Bangkai Kapal Belanda Ditemukan

Korban Pertempuran Laut Jawa 1942

2 Bangkai Kapal Belanda Ditemukan

- detikNews
Senin, 17 Mei 2004 22:04 WIB
Den Haag - Dua bangkai kapal tempur milik kerajaan Belanda, yakni Hr. Ms. Java dan Hr. Ms. De Ruyter, berhasil ditemukan para penyelam Australia di Laut Jawa. Dua kapal tersebut ditenggelamkan Jepang dalam Pertempuran Laut Jawa 1942.Penemuan lokasi eksak dua bangkai kapal tempur Belanda dari tipe jelajah itu terjadi secara tidak sengaja. Soalnya tim sebenarnya mencari bangkai kapal perang milik Inggris, Exeter, yang sama-sama ditenggelamkan marinir Jepang dalam pertempuran Perang Dunia II itu."Kami ketika itu mencari kapal tempur Inggris, Exeter. Sudah berhari-hari kami mencari, namun tidak berhasil. Dipicu rasa suntuk, kami masih mencoba menandai kemungkinan lokasinya. Nah, selagi kami sarapan tiba-tiba semua sinyal mengarah ke target," papar Kevin Denlay, salah satu penyelam seperti dikutip korannya orang Den Haag, Haagsche Courant, 17/5/2004.Namun ternyata bukan bangkai Exeter yang mereka temukan melainkan Hr. Ms. De Ruyter, kapal tempur milik Belanda. Hal itu diperkuat dengan masih utuhnya huruf-huruf nama di lambung kapal. Dasar lagi mujur, temuan itu diperkaya dengan informasi yang mengantarkan mereka pada penemuan bangkai kapal tempur lainnya, yaitu Hr. Ms. Java. Ceritanya ada melintas kapal nelayan lokal yang membeberkan bahwa jaring mereka sering nyangkut di suatu lokasi. "Setelah diberi uang, nelayan itu bersedia menunjukkan lokasi tersebut dan hari itu juga bangkai Hr. Ms. Java positif teridentifikasi," ungkap Denlay.Denlay menambahkan bahwa bangkai kapal Java langsung bisa dikenali dari ciri spesifiknya berupa tiga telegraf kembar. Ciri-ciri lainnya semuanya cocok dengan dokumen asli. "Kami mempelajari literaturnya dengan baik dan tidak ada keraguan sama sekali bahwa inilah De Java dan De Ruyter," katanya, seraya menolak mengungkapkan lokasi eksak temuan bangkai kapal tersebut. Ia hanya bersedia mengatakan bahwa bangkai kapal berada dalam kedalaman 60 meter di bawah permukaan laut dan dalam kondisi cukup baik.PenodaanSementara itu R. Middel dari Dinas Penerangan Marinir di Den Haag menilai kegiatan para penyelam tersebut murni sebagai penodaan atas makam para prajurit marinir Belanda. "Kami sebenarnya tahu lokasi-lokasi bangkai kapal itu dan jika kapal-kapal kami melintas di sana maka kami selalu memberi hormat dan melepaskan krans bunga. Dengan seremoni tersebut kami tunjukkan rasa respek pada sebuah tempat yang memiliki status sebagai makam pahlawan. Kami tidak bisa mengerti mengapa orang tetap pergi ke sana. Kami tentu tidak bisa mencegah hal itu," demikian Middel.Dua kapal tempur Belanda tersebut bersama armada kapal Inggris ikut ambil bagian dalam barisan pasukan sekutu menghadapi Jepang dalam Perang Dunia II. Kapal-kapal itu tenggelam setelah ditorpedo marinir Jepang dalam sebuah pertempuran yang dalam buku sejarah Belanda dicatat sebagai De Slag in de Javazee (Pertempuran Laut Jawa) atau disebut juga sebagai De Zeeslag van Surabaja (Pertempuran Laut Surabaya). Lebih dari 1.000 prajurit manirir Belanda dan Inggris tewas, sisanya ditangkap dan dijadikan tawanan. Belum jelas apakah kegiatan para penyelam tersebut bekerjasama dengan atau atas sepengetahuan pemerintah Indonesia. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads