"Kami merasa bangga dengan penerjemahan buku Islam dalam bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Tapi kami juga berharap buku di bidang lain seperti kedokteran juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia," ujar Dubes Saudi untuk Indonesia, Abdulrahman Al-Khayyath.
Hal itu disampaikan dia usai makan malam bersama sejumlah penerbit anggota Ikapi di kediamannya, Jl Teuku Umar, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedokteran juga berkembang, jadi buku-buku dari sini layak diberi perhatian," sambungnya.
Abdulrahman mengingatkan, tidak semua buku terbitan daerah Timur Tengah layak diterjemahkan. Sebab ada juga buku yang isinya kontroversial.
"Yang begini teman penerbit jangan menerbitkan karena akan mengganggu dan mencederai, karena menjelek-jelekkan sesuatu tanpa pertanggungjawaban," lanjut dia.
Agar buku-buku bahasa Arab lebih banyak dialihbahasakan ke bahasa Indonesia dan begitu juga sebaliknya, butuh kerjasama yang baik. Dia menyarankan agar ada pelatihan penerjemahan kedua bahasa.
"Saya juga sampaikan undangan kepada para penerbit untuk mengikuti kompetisi Raja Abdullah untuk bersaing dalam penerjemahan. Dengan begitu bisa interaksi dengan penerjemah Arab," sambung Abdulrahman.
Negara-negara di Timur Tengah, sambungnya, menyambut semua penerbit Indonesia dengan tangan terbuka. Karena itu jika di negara-negara tersebut menggelar pameran buku, tidak menutup kemungkinan penerbit Indonesia untuk turut serta.
Dalam acara itu, dihadiri sejumlah Dubes negara-negara Timur Tengah seperti Dubes Mesir dan Dubes Palestina. Abdulrahman berbicara dalam Bahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh interpreter Nurkholis.
(vta/anw)










































