Pejabat yang mundur itu adalah Menteri Negara Luar Negeri Nazar Al-Bahrnahd dan Abdullah Al Durazi, yang bertugas mengawasi sebuah komite rekonsiliasi nasional. Tindakan ini sebagai protes pada tindakan pemerintah.
Sekitar 5.000 warga Bahrain berkumpul di alun-alun Mutiara di ibukota negara di Manama untuk berdemonstrasi. Demikian dilansir kantor berita DPA, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rakyat ingin menurunkan rezim pemerintah," itulah slogan yang diteriakkan pendemo, yang terinspirasi oleh aksi serupa di Tunisia dan Mesir.
Dokter dan perawat juga berbalik melawan pemerintah setelah Kementerian Pertahanan memerintahkan rumah sakit tidak mengirimkan ambulans untuk mengobati yang terluka.
Pada Kamis dinihari, aparat keamanan membubarkan pendemo yang berkemah di alun-alun. Saksi menyatakan aparat menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan tanpa peringatan. Akibatnya dua orang tewas. Total korban tewas akibat demonstrasi di Bahrain ada 4 orang.
(nrl/vta)











































