"Jika ada pihak-pihak yang tak berkenan dengan istilah itu, saya mohon maaf," ujar Yuddy ketika dihubungi detikcom, Kamis (17/2/2011). Sebelumnya, Yuddy diprotes terkait penggunaan kata 'autis'. Yuddy diprotes oleh pembaca dan pengguna Twitter.
Yuddy menjelaskan, istilah autis yang dipakainya untuk mengkritik pemerintah bukan bermaksud untuk menyinggung penderita autis. Autisme kekuasaan menurutnya adalah sebuah sikap yang kurang mempedulikan pandangan khalayak banyak dan kurang responsif terhadap kejadian yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Yuddy, autis adalah kosakata yang bisa dipakai siapa saja, yang menyiratkan karakter seseorang yang tidak peduli pada lingkungan karena keasikan dengan dunianya sendiri.
"Ini adalah sebuah kosakata yang menggambarkan tidak mempedulikan lingkungan. Ini bahasa ilmiah biasa dipergunakan secara medis dan menjadi istilah kedokteran," jelasnya.
"Jadi ada autis syndrom. Autisme itu macam-macam. Bisa menjadi terminologi karena istilahnya bisa dipakai di politik, dan bisa dipakai dalam istilah ekonomi," tuturnya. Meski begitu, bila memang pilihan katanya salah, Yuddy minta maaf.
Sebelumnya, dalam pertemuan Informal Leaders Gathering di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Kamis (17/2), Yudi mengkritik pemerintah dengan menyebut pemerintah autis dengan kekuasaanya.
"Pemerintah saat ini auitis dengan kekuasaannya. Asik dengan agendanya sendiri dan tidak memperhatikan nasib bangsa," ujar Yuddy Crishnandi. (gun/asy)











































