"Adanya ledakan kelas x ini menandai matahari yang sepertinya tenang-tenang saja mulai menggeliat. Matahari mulai merayap naik menuju aktivitas puncaknya," kata Kepala Bidang Matahari Lapan Bachtiar saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/2/2010).
Meski tergolong kelas besar, namun kilatan matahari tersebut belum bisa disebut dahsyat. Hingga kini, belum ada laporan mengenai dampak kilatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena minimnya aktivitas itu, maka prediksi puncak aktivitas matahari pada 2012 menjadi mentah. Para ahli kemudian memprediksi, puncak aktivitas matahari akan terjadi pada 2014.
"Dengan adanya ledakan x kemarin, artinya matahari mulai menunjukkan aktivitasnya dan dari penelitian Lapan, kemungkinan puncaknya akan terjadi pada pertengahan 2014," kata Bachtiar.
Bachtiar mengatakan, semakin mendekati puncak, kilatan atau ledakan matahari akan semakin sering terjadi. Namun bukan berarti ledakan-ledakan itu dahsyat dan membahayakan. "Puncak terakhir terjadi pada 2001, tapi justru ledakan terbesar terjadi pada 2003. Justru saat aktivitas matahari mulai turun," kata Bachtiar.
Sebelumnya peneliti geologi Inggris (BGS) mengumumkan peringatan badai geomagnetik setelah kilatan matahari terjadi pada Selasa 15 Februari pukul 09.00 WIB lalu. Menurut Badan Luar Angkasa AS, aktivitas kilatan api matahari itu terjadi karena adanya peningkatan bintik matahari 1158.
(ken/nrl)










































