ย
Para petinggi spionase itu berjuang untuk menjawab pertanyaan tentang agenda kelompok gerakan Islam itu, di tengah tudingan kegiatan mata-mata gagal di Mesir sehingga terpaksa Hosni Mubarak lengser. Demikian dilansir AFP, Kamis (17/2/2011).
Direktur Nasional Intelijen James Clapper dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan senator menyatakan, Ikhwanul Muslimin tidak bicara satu suara dan dia tidak yakin tentang sikap kelompok itu tentang Iran, pakta damai Mesir-Israel dan penyelundupan senjata ke Gaza.
"Sulit dalam hal ini untuk menunjuk ke sebuah agenda tertentu dari Ikhwanul Muslimin sebagai sebuah kelompok," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari perspektif intelijen, sangat penting kita mengetahui apa posisi (dari Ikhwanul Muslimin) dan apa yang cenderung terjadi. Mesir merupakan negara kunci di Timur Tengah. Dan saya khawatir tentang itu," katanya.
Clapper mengatakan, badan-badan intelijen akan memperkuat upayanya. "Ini jelas sesuatu yang kita akan lihat. Kami harus meningkatkan pengamatan kami," katanya.
Badan-badan intelijen AS menikmati hubungan mesraย lebih dari tiga dekade dengan rezim Mubarak, yang salah satunya untuk mengetahui gerakan dan menekan Ikhwanul Muslimin.
Peran masa depan Ikhwanul Muslimin menjadi diskusi panas di AS, sejumlah wakil rakyat mengingatkan kelompok ini memiliki tujuan garis keras.
Beberapa kritikus mengatakan CIA mengandalkan ketergantungan pada rezim-rezim Arab untuk melawan militan Islam sehingga gagal melacak gerakan oposisi dan kerusuhan sosial di Timur Tengah.
Feinstein menyalahkan badan-badan intelijen yang mengabaikan media sosial yang sebetulnya bisa menghasilkan laporan yang berguna. Facebook, Twitter dan soal media lainnya harus diawasi sangat hati-hati.
Clapper pekan lalu menyebut Ikhawanul Muslimin adalah kelompok sekuler. Namun dalam sidang dengan senat hari Rabu, dia mengakui telah membuat kesalahan. Dia menyebut Ikhawanul Muslim tidak sekuler.
"Yang saya ingin sampaikan, Ikhwanul Muslimin di Mesir berusaha untuk bekerja melalui sistem politik yang sebagian besar orientasinya sekuler," ujarnya. (nrl/vta)










































