Keinginan itu terlihat dari jumlah pendaftar pengembalian WNI ke Mesir yang cukup banyak. Sejak pendaftaran dibuka pada Senin (14/2) lalu, sekitar 1.000 WNI yang dievakuasi telah mendaftarkan diri.
"Sekitar seribu mahasiswa atau warga kita yang ingin kembali lagi ke Mesir. Itu dalam dua hari, saya kira cukup baik karena pendaftaran baru dibuka Senin. Dari 2400, jadi ada sekitar separuh sudah mendaftar," kata Ketua Satgas Evakuasi WNI dari Mesir, Hassan Wirajuda, di Istana Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira mereka menyadari, kuliah sudah dimulai minggu kemarin, ujian bulan Mei," lanjut mantan Menlu ini.
Dia menjelaskan, pemulangan WNI ke Mesir tidak akan menggunakan penerbangan carter karena mahal. Pemerintah akan menggunakan pesawat penerbangan komersial, dengan tiket yang paling murah.
"Mereka selesaikan visa butuh beberapa hari, sebelum tanggal 2 Maret kemungkinan sudah ada penerbangan (ke Mesir)," lanjut Hassan.
Dia mengimbuhkan, sebagian besar WNI yang dievakuasi adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Dari kalangan warga nonmahasiswa ada juga yang dipulangkan ke Tanah Air, tapi jumlahnya lebih sedikit.
Prioritas mahasiswa? "Bahkan, sebenarnya prioritas juga untuk wanita dan anak. Sekarang dengan Presiden Mubarak lengser dan menyerahkan kekuasaan pada komite tinggi militer, demonstrasi tidak ada, maka relatif aman dan makanan tersedia. Maka tidak ada alasan untuk berlama-lama di sini," tutup Hassan.
(vit/fay)











































