171 Tahanan GAM Diterbangkan ke Pulau Jawa
Senin, 17 Mei 2004 15:41 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 171 orang tahanan GAM diterbangkan ke Pulau Jawa, Senin (17/5/2004). Mereka akan ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (LP) yang berada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.Rombongan yang terbagi dalam dua kloter penerbangan ini diterbangkan dari Banda Aceh dan Lhokseumawe, Aceh Utara. Di antara mereka termasuk Ketua Umum SIRA Muhammad Nazar.Pada pagi hari, sebanyak 81 orang diberangkatkan lewat Landasan Udara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar dengan pesawat Hercules. Para tahanan ini dibawa dari LP Keudah, Banda Aceh. Mereka diangkut dengan menggunakan truk-truk TNI yang dikawal dengan 2 panser dan anggota belasan Polisi Militer.Suasana haru mewarnai ketika para tahanan ini keluar dari LP dan menuju truk dengan tangan dirantai yang saling terkait satu sama lain. Beberapa anggota keluarga, khususnya para isteri dan ibu, menangis histeris, bahkan ada yang sampai jatuh pingsan. Sedangkan isteri Ketua SIRA Muhammad Nazar terlihat tegar. Hanya anaknya yang berusia sekitar 3 tahun terus memanggil Nazar dengan panggilan "ayah, ayah!". Sebelum meninggalkan LP menuju bandara, para tahanan GAM ini meneriakkan yel-yel:"Allahu Akbar!".Kepala LP Keudah, AC Hendarmin, mengaku pada wartawan, tidak tahu keseluruhan tahanan akan ditempatkan di mana saja. Hanya saja di LP Pati akan ditempatkan 10 orang, di LP Surabaya sebanyak 20 orang, di LP Pekalongan 20 orang, di Magelang 10 orang, di Semarang 10 orang dan di Kendal 11 orang. "Dari jumlah ini, hanya 4 orang yang berasal dari LP Keudah, Banda Aceh. Selebihnya berasal dari Tapaktuan, Meulaboh, Singkil, Aceh Besar, dan Sabang," terang Hemdarmin.Siangnya, menyusul sebanyak 55 orang yang diberangkatkan dari Banda Aceh. Kloter kedua yang juga singgah di Lhokseumawe untuk mengangkut 35 orang. Para tahanan GAM ini diberangkatkan menuju Surabaya. "Saya tidak tahu di mana saja mereka akan ditempatkan nantinya untuk wilayah Jawa Timur," aku AC Hendarmin.Januari lalu, sebanyak 143 tahanan GAM juga dibawa ke Jawa Tengah. Ketika itu, Komandan Satuan Tugas Penerangan Penguasa Darurat Militer Kolonel Laut Ditya Soedarsono mengatakan, pemindahan ini dilakukan agar tidak terjadi pengkristalan ideologi GAM, selain minimnya daya tampung penjara di Aceh.
(nrl/)











































