Garda Bangsa: Gus Dur Terbukti Punya Pendukung Besar
Senin, 17 Mei 2004 15:24 WIB
Surabaya - Ketidakpuasan pendukung Gus Dur terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terjadi. Di Surabaya, dengan alasan menuntut keadilan mereka mendemo kantor KPU Surabaya.Aksi unjuk rasa ini dilakukan sejumlah orang yang menamakan diri Garda Bangsa Surabaya. Mereka menilai KPU telah mengobrak-abrik dan melecehkan demokrasi."Hanya dengan alasan kesehatan KPU mencoret nama Gus Dur sebagai capres. Ini sama saja mengobrak-abrik dan melecehkan demokrasi," kata seorang pengunjuk rasa dalam orasinya di kantor KPU Surabaya, Jl. Adityawarman, Senin (17/5/2004).Juru bicara Garda Bangsa Surabaya, Ustadz Chomsin Madani mengatakan, Gus Dur layak dipertimbangkan. Pasalnya, terlepas dari kondisi fisiknya, Gus Dur terbukti memiliki pendukung yang sangat besar. "KPU jangan mengesampingkan dukungan pemilih PKB," tukasnya.Meski demikian, aksi ini tidak berujung pada ancaman tindakan anarkis. "Jika Gus Dur tetap dinyatakan tidak lolos, sebagai warga Nahdliyin, Garda Bangsa Surabaya tidak akan anarkis. Garda Bangsa tetap akan menyejukkan jalannya pemilu presiden," kata Chomsin."Warga nahdliyin sudah sering dikuyo-kuyo (dianiaya), tapi kami tidak pernah merugikan bangsa dan negara," tegas Chomsin.Aksi mereka tidak begitu lama karena tidak ada satu pun anggota KPU Surabaya yang menerima mereka. Menurut seorang satpam, seluruh anggota KPU saat ini berada di Gresik. Sebelum pergi, para demonstran sempat menitipkan poster yang mereka bawa ke satpam tersebut.
(djo/)











































