"Kita kan banyak pulau kosong, tinggal saja di sebuah pulau, jadi nggak ribut. Ini salah satu jalan keluar. Kita Indonesia punya 17 ribu pulau dan masih banyak yang kosong," usul Anggota Komisi VIII DPR, HM Busro saat RDPU antara Komisi VIII dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
Menurur Busro perselisihan Ahmadiyah muncul karena adanya masyarakat yang menolak kehadiran ajaran ini. Pemisahan dengan warga non Ahmadiyah dinilai bisa meredam konflik yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, politisi Golkar ini juga mempertanyakan sikap Ahmadiyah terhadap SKB 3 menteri. Ia mendapat informasi bahwa jemaat Ahmadiyah di Cikeusik tetap melakukan penyebaran ajarannya dimana hal tersebut dilarang oleh SKB.
"Kita kemarin dari Cikeusik, kami tanya sama warga, ternyata bapak-bapak masih mengadakan dakwah ke tetangga. Bahkan, Ismail Suparman mendapat sokongan dana Rp 10 juta dari Ahmadiyah?," tanya Busro.
Hal itu langsung dibantah oleh Amir JAI. Menurutnya tidak ada jemaat Ahmadiyah yang melanggar SKB 3 Menteri.
"Apalagi soal jemaat kita bayar, itu tidak ada. Kita tidak pernah membayar jemaat kita," tegas Amir JAI, Abdul Basij.
(her/van)











































