Jaksa Kaget Kasus Ibunda Alanda Jadi Obrolan Publik

Jaksa Kaget Kasus Ibunda Alanda Jadi Obrolan Publik

- detikNews
Rabu, 16 Feb 2011 19:52 WIB
Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memegang kasus perkara Linda Wangsadinata dan Arga Tirta Kencana, Teguh Suhendro kaget karena kasus tersebut menjadi obrolan publik.  Namun, dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

" Ini kenapa ya, kok jadi ramai begini. Tapi ya sudah, gak papa," kata Teguh secara saat berbincang dengan detikcom di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu, (16/2/2011).

Menurutnya, pembandingan kasus Linda- Agra dengan kasus Robert Tantular tidak sepadan. Dirinya menjerat Robert dengan 6 kasus yang akan segera disidangkan. Sehingga hukuman yang di ganjarkan ke Robert pada kasus pertama adalah 9 tahun penjara, lebih ringan daripada tuntutan Linda- Arga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Loh, ini kan strategi. Karena berkas Robert itu masih 5 berkas. Kalau kemarin saya tuntut Robert 20 tahun penjara lalu dikabulkan hakim, bagaimana dengan nasib 5 berkas lainnya? Sistem hukum kita maksimal penjara 20 tahun. Kita lihat saja nanti, pasti hukuman Robert Tantular totalnya akan  lebih banyak daripada Linda dan Arga," ujar mantan wartawan kampus era Soeharto ini.

Dirinya juga menjelaskan bahwa semua pihak yang terkait pengucuran kredit bermasalah ini akan di bawa ke pengadilan. Teguh menepis dalih perintah " komando" sebagai tameng menghindar dari delik perbankan serta ancaman yang dilancarkan atasanya Linda-Arga.

"Tidak ada itu (perintah komando). Semua dari bawah. Paksaan apa? Dia itu meloloskan kredit hingga 10 kali. Kalau katanya dipaksa, kok bisa berkali- kali. Dalam rentang tersebut, Agra punya waktu berpikir, apakah menerima atau menolak kredit. Kalau ada perintah yang bertentangan dengan UU maka tidak ada kewajiban memenuh perintah tersebut. Sekarang pilih mana, dipecat apa masuk penjara?," tandas Teguh.

Terkait Agra yang mengiba kepada hakim untuk dibebaskan, Teguh tidak mempermasalahkan. Karena yang harus dipikirkan adalah ribuan nasabah Bank Century yang kini kehilangan uangnya.

" Ya silahkan saja (menangis dan sebagainya). Tapi bagaimana dengan nasib ribuan nasabah Bank Century lainnya? Yang uangnya sekarang tidak jelas kemana," tandas Teguh.

(Ari/van)


Berita Terkait