Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Polonia Medan, Firman menyatakan, kabut asap di Medan, menyebabkan jarak pandang di Bandara Polonia yang kini hanya 2.000 meter. Jika kabut semakin tebal, dapat mengancam arus lalu-lintas penerbangan.
Berdasarkan pantauan BMG Bandara Polonia Medan lewat satelit, kebakaran hutan masih terus terjadi di sejumlah titik di kawasan Provinsi Riau. Dua titik api juga terlihat di wilayah Sumatera Utara (Sumut) yakni di Kabupaten Langkat dan 1 titik lagi di Kabupaten Karo.
Selain itu, BMG Bandara Polonia juga menemukan sedikitnya 6 titik api di kawasan hutan Semenanjung Malaysia.
"Dalam dua hari terakhir, kabut asap mulai terbawa angin mengarah ke Pulau Sumatera. Ini bisa mengakibatkan kabut asap semakin tebal," kata Firman kepada wartawan, Rabu (16/2/2011) siang.
Menurut Firman, belasan titik api di Provinsi Riau, Sumut dan Semenanjung Malaysia mengakibatkan sejumlah kawasan di Pulau Sumatera diselimuti kabut asap. Kondisi ini juga berdampak buruk pada arus lalu-lintas penerbangan di Bandara Polonia Medan.
Bila kebakaran hutan di sejumlah kawasan di Sulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia tidak kunjung padam, maka kabut asap yang berasal dari kebakaran itu akan mengganggu dunia penerbangan di Tanah Air.
"Jika jarak pandang di landasan pacu bandara hanya seribu meter, BMG akan mengimbau maskapai untuk tidak melakukan penerbangan atas pertimbangan keselamatan," jelas Firman.
Firman juga mengatakan, kabut asap relatif lamban hilang akibat tingkat curah hujan hingga akhir Februari tergolong rendah. Musim kemarau berpotensi memicu kebakaran hutan.
Apabila kabut asap mulai menyelimuti Kota Medan, masyarakat diimbau untuk mengenakan masker guna menghindari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
(rul/nwk)











































