50 Wartawan Medan Demo Syukur Bebasnya Ferry Santoro
Senin, 17 Mei 2004 13:55 WIB
Jakarta - Demo kali ini bukan aksi protes. Melainkan memanjatkan syukur atas bebasnya kamerawan RCTI Ferry Santoro yang dibebaskan GAM Minggu 16 Mei 2004.Aksi demo digelar sekitar 50 wartawan di halaman Kantor DPRD Sumatera Utara, Medan, Senin (17/5/2004). Mereka melakukan orasi sambil memanjatkan doa syukur.Ferry hampir setahun berada dalam genggaman GAM. Dia ditangkap GAM di daerah Peureulak menuju Lhokseumawe Aceh pada Minggu 29 Juni 2003."Kami senang akhirnya Ferry dilepaskan. Hendaknya jangan ada lagilah penyanderaan terhadap wartawan. Semua pihak harus melihat pekerjaan jurnalistik merupakan pekerjaan yang seharusnya tidak dihalangi, karena bersinggungan dengan kebutuhan khalayak banyak akan informasi."Demikian disampaikan oleh koordinator aksi Yose Pilliang, seorang wartawan sebuah televisi swasta. Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB ini berlangsung satu jam.Beberapa poster pun digelar. Antara lain bertuliskan, "Bersatulah wartawan Indonesia", "Kami senang Ferry dilepaskan" dan "Pers Bebas Kekerasan".Saat berdemo ria, tiba-tiba ada informasi tabrakan kereta api dengan truk kontainer. Wartawan pun beramai-ramai menuju lokasi kejadian. Liputan peristiwa sebagai informasi untuk publik memang tak boleh diabaikan.
(sss/)











































